اِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًاۙ
Inna jahannama kānat mirṣādā(n).
Sesungguhnya (neraka) Jahanam itu (merupakan) tempat mengintai (bagi penjaga neraka)
اِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًاۙ
Inna jahannama kānat mirṣādā(n).
Sesungguhnya (neraka) Jahanam itu (merupakan) tempat mengintai (bagi penjaga neraka)
Demikianlah fenomena hari kiamat yang sangat mencekam. Allah lalu beralih menjelaskan nasib orang kafir di akhirat. Sungguh, neraka Jahanam itu Kami jadikan sebagai tempat mengintai bagi para penjaga yang mengawasi neraka. Tidak ada satu orang kafir pun yang bisa lari dari siksa neraka.
Sesungguhnya tempat pelaksanaan azab Allah yaitu neraka Jahanam, yang selalu dalam posisi menunggu kedatangan orang-orang kafir untuk disiksa di dalamnya. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarīr dan Ibnu Munżir dari Ḥasan al-Baṣrī, “Tidak seorang pun masuk surga kecuali setelah melalui neraka. Apabila dia sudah melewatinya, selamatlah dia dan jika tidak, dia akan tertahan.”
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 40 ayat, kunjungi halaman utama Surat An-Naba lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.