اِنَّهُمْ كَانُوْا لَا يَرْجُوْنَ حِسَابًاۙ
Innahum kānū lā yarjūna ḥisābā(n).
Sesungguhnya mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan.
اِنَّهُمْ كَانُوْا لَا يَرْجُوْنَ حِسَابًاۙ
Innahum kānū lā yarjūna ḥisābā(n).
Sesungguhnya mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan.
Mereka pantas menerima siksa Jahanam karena sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan amal di akhirat, bahkan mereka mendustakan dan menertawakan hari perhitungan itu. Jika mereka meyakini hari perhitungan, pasti mereka akan berbuat kebajikan.
Setelah menerangkan azab neraka secara garis besar dalam ayat-ayat yang lalu, maka dalam ayat-ayat berikut ini Allah menyebutkan perincian terhadap dosa itu, yaitu terbagi atas dua bagian: pertama, mereka tidak takut kepada hari perhitungan karena mengingkari kedatangannya. Oleh karena itu, mereka tidak takut melakukan pelanggaran-pelanggaran itu sesuai dengan ajakan hawa nafsunya. Kedua, mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan apa yang disebutkan dalam Al-Qur’an tentang kewajiban mentauhidkan Allah sesuai dengan seruan para rasul serta mempercayai hari kebangkitan.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 40 ayat, kunjungi halaman utama Surat An-Naba lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.