Baca Surat An-Nahl (Lebah — النحل) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 128 ayat Makkiyah (Juz 14) — surat ke-16 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. An-Nahl memaparkan berbagai nikmat Allah yang tak terhitung, mulai dari hewan ternak, lebah penghasil madu, angin, air hujan, hingga kapal yang mengarungi lautan. Surat ini disebut juga surat an-Ni'am karena memuat banyak nikmat Allah, termasuk wahyu, hikmah, dan makanan halal yang baik..
Ayat 1-9Peringatan bahwa ketetapan Allah pasti datang. Malaikat diturunkan dengan wahyu untuk memperingatkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Penciptaan langit, bumi, manusia, dan binatang ternak sebagai bukti kekuasaan-Nya. Binatang ternak diciptakan untuk kehangatan, manfaat, makanan, dan kendaraan.
Ayat 10-21Nikmat hujan, tumbuh-tumbuhan, zaitun, kurma, anggur, dan buah-buahan. Penundukan malam-siang, matahari-bulan, dan bintang-bintang. Lautan yang menyimpan daging segar dan perhiasan. Gunung-gunung sebagai pasak bumi, sungai, dan jalan. Semua ini sebagai bukti keesaan Allah.
Ayat 22-40Perbedaan antara orang beriman yang mengakui nikmat Allah dan orang sombong yang mengingkarinya. Nasib orang kafir di akhirat dan kemuliaan orang bertakwa di surga 'Adn. Bantahan terhadap keyakinan musyrikin bahwa kemusyrikan mereka adalah kehendak Allah.
Ayat 41-50Keutamaan orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah dianiaya. Para rasul sebelumnya juga manusia biasa yang diberi wahyu. Perintah bertanya kepada ahli dzikir (ulama) jika tidak mengetahui. Peringatan agar tidak merasa aman dari azab Allah.
Ayat 51-65Larangan menyembah dua tuhan dan penegasan tauhid. Semua yang di langit dan bumi milik Allah. Sifat manusia yang berdoa saat tertimpa musibah lalu berpaling saat diberi nikmat. Larangan mengharamkan yang halal dengan dusta. Air susu yang keluar dari antara kotoran dan darah sebagai tanda kekuasaan Allah.
Ayat 66-69Pelajaran dari binatang ternak yang menghasilkan susu dan lebah yang menghasilkan madu. Allah mewahyukan kepada lebah untuk membuat sarang dan menghasilkan madu yang menjadi obat bagi manusia — di dalamnya terdapat tanda bagi kaum yang berpikir.
Ayat 70-83Perbedaan rezeki di antara manusia dan larangan menyekutukan Allah dengan perumpamaan budak dan orang merdeka. Perumpamaan orang bisu yang menjadi beban tuannya dengan orang yang menyuruh keadilan. Nikmat rumah tinggal, kemah, baju besi, dan pakaian pelindung.
Ayat 84-100Pada Hari Kiamat setiap umat dibangkitkan bersama saksi dari kalangan mereka sendiri. Perintah memenuhi janji Allah dan larangan membatalkannya. Perumpamaan wanita yang mengurai benangnya setelah dipintal dengan kuat.
Ayat 90-100Ayat agung tentang keadilan: "Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat ihsan, dan memberi kepada kerabat, serta melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan" (ayat 90). Larangan melanggar sumpah. Perintah berlindung kepada Allah dari setan saat membaca Al-Quran.
Ayat 101-128Bantahan terhadap tuduhan bahwa Al-Quran diajarkan oleh manusia. Hukum mengucapkan kalimat kufur dalam keadaan dipaksa (rukhsah). Perintah mengikuti millah Ibrahim yang hanif. Hukum hari Sabtu hanya diwajibkan bagi yang berselisih tentangnya. Perintah berdakwah dengan hikmah, mau'izhah hasanah (nasihat yang baik), dan mujadalah (debat) dengan cara yang terbaik.
Surat An-Nahl adalah surat Makkiyah yang turun di Makkah, kecuali beberapa ayat terakhir yang menurut sebagian riwayat turun di Madinah. Surat ini turun untuk membantah kemusyrikan kaum Quraisy dengan menunjukkan nikmat-nikmat Allah yang tak terhitung sebagai bukti keesaan-Nya. Kaum musyrikin yang menyembah berhala diminta merenungkan siapa yang sebenarnya menciptakan dan memberi semua nikmat tersebut. Ayat-ayat terakhir tentang metode dakwah turun untuk membimbing Nabi ﷺ dalam menghadapi berbagai karakter manusia.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir Al-Qurthubi, Asbabun Nuzul karya Al-Wahidi