فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ
Fīma anta min żikrāhā.
Untuk apa engkau perlu menyebutkan (waktu)-nya?
فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ
Fīma anta min żikrāhā.
Untuk apa engkau perlu menyebutkan (waktu)-nya?
Untuk apa engkau perlu menyebutkan waktu-nya kepada mereka, sedang engkau sendiri tidak mengetahui hal itu?
Dalam ayat ini, Allah menanyakan apakah Nabi Muhammad akan menyebutkan waktu Kiamat itu? Padahal tugasnya hanya sekadar memberi peringatan sehingga tidak ada kewenangan untuk menyebutkan tentang kedatangan hari kebangkitan. Waktu datangnya hari Kiamat tetap merupakan rahasia Allah. Nabi sendiri tidak mengetahui tentang waktu kedatangannya, sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur’an:
اِنْ عَلَيْكَ اِلَّا الْبَلٰغُ ٤٨
Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). (asy-Syūrā/42: 48)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ‘Umar bin Khaṭṭāb, ketika Nabi ditanya tentang kapan datangnya hari Kiamat, beliau menjawab:
مَا الْمَسْئُوْلُ بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ (رواه مسلم عن عمر بن الخطاب)
Orang yang ditanya tidaklah lebih mengetahui daripada orang yang bertanya. (Riwayat Muslim dari ‘Umar bin al-Khaṭṭāb)
Allah tetap merahasiakan waktu datangnya hari Kiamat mempunyai hikmah yang besar, yaitu supaya manusia selalu mempersiapkan diri setiap saat dengan banyak-banyak berbuat kebaikan dan selalu menghindari perbuatan jahat.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 46 ayat, kunjungi halaman utama Surat An-Naziat lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.