Surat At Taghabun

Pengungkapan Kesalahan • Madaniyah • 18 ayat

Tentang Surat At-Tagabun

Baca Surat At-Tagabun (Hari Dinampakkan Kesalahan — التغابن) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 18 ayat Madaniyah (Juz 28) — surat ke-64 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. At-Taghabun menggambarkan hari kiamat sebagai hari taghabun, yaitu hari terungkapnya semua kecurangan dan kesalahan yang ditutupi di dunia. Surat ini mengingatkan bahwa istri dan anak-anak bisa menjadi musuh dan fitnah bagi seorang mukmin, namun Allah adalah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang..

Tema Utama

  • Tasbih segala makhluk kepada Allah yang menciptakan dan membentuk rupa manusia
  • Hari kiamat sebagai Yaumut Taghabun — hari saling merasa merugi
  • Peringatan bahwa sebagian istri dan anak bisa menjadi musuh
  • Perintah bertakwa, mendengar, taat, dan berinfak
  • Harta dan anak sebagai ujian (fitnah) dari Allah

Kandungan Surat

Ayat 1-4Tasbih dan kekuasaan Allah — segala yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dia menciptakan manusia, di antara mereka ada yang kafir dan ada yang beriman, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
Ayat 5-6Pelajaran dari umat terdahulu — kisah kaum-kaum yang mendustakan para rasul sehingga ditimpa azab. Mereka menolak petunjuk dengan alasan: "Apakah manusia biasa yang akan memberi petunjuk kepada kami?" Maka mereka kafir dan berpaling.
Ayat 7-10Kepastian hari kebangkitan — orang kafir mengira mereka tidak akan dibangkitkan, padahal Allah bersumpah mereka pasti akan dibangkitkan dan diberitakan apa yang telah mereka kerjakan. Hari kiamat adalah Yaumut Taghabun — hari ketika orang kafir menyadari kerugian besar mereka.
Ayat 11-13Takdir dan tawakal — tidak ada musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah memberi petunjuk kepada hatinya. Hanya kepada Allah bertawakal jika mereka benar-benar beriman.
Ayat 14-18Istri dan anak sebagai ujian — peringatan bahwa di antara istri-istri dan anak-anak ada yang menjadi musuh, maka berhati-hatilah. Harta dan anak adalah fitnah (ujian), dan di sisi Allah pahala yang besar. Perintah untuk bertakwa, mendengar, taat, dan berinfak.

Keutamaan

  • Surat ini termasuk kelompok Al-Musabbihat yang dibuka dengan tasbih kepada Allah.
  • Nabi ﷺ membaca surat-surat Al-Musabbihat sebelum tidur. (HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi)
  • Memuat konsep penting tentang Yaumut Taghabun — hari ketika penghuni surga dan penghuni neraka saling menyadari siapa yang benar-benar beruntung dan merugi.
  • Ayat 14-15 menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada keluarga tidak boleh mengalahkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Asbab Nuzul

Surat At-Taghabun adalah surat Madaniyah. Ayat 14 tentang istri dan anak yang bisa menjadi musuh turun berkaitan dengan beberapa orang di Mekkah yang ingin berhijrah ke Madinah tetapi dihalangi oleh istri dan anak-anak mereka. Setelah akhirnya berhasil hijrah, mereka melihat saudara-saudara mereka yang lebih dulu berhijrah sudah lebih mahir dalam ilmu agama, sehingga mereka berniat menghukum istri dan anak yang menghalangi mereka. Maka turunlah ayat yang memerintahkan untuk memaafkan dan berlapang dada.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ath-Thabari, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidzi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

yusabbiḫu lillâhi mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, lahul-mulku wa lahul-ḫamdu wa huwa ‘alâ kulli syai'ing qadîr

Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Milik-Nyalah segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

2

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَّمِنْكُمْ مُّؤْمِنٌۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

huwalladzî khalaqakum fa mingkum kâfiruw wa mingkum mu'min, wallâhu bimâ ta‘malûna bashîr

Dialah yang menciptakan kamu, lalu di antara kamu ada yang kafir dan ada yang mukmin. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

3

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْۚ وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ

khalaqas-samâwâti wal-ardla bil-ḫaqqi wa shawwarakum fa aḫsana shuwarakum, wa ilaihil-mashîr

Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar, Dia membentuk kamu lalu memperindah bentukmu, dan kepada-Nyalah kembali(-mu).

4

يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّوْنَ وَمَا تُعْلِنُوْنَۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ

ya‘lamu mâ fis-samâwâti wal-ardli wa ya‘lamu mâ tusirrûna wa mâ tu‘linûn, wallâhu ‘alîmum bidzâtish-shudûr

Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dia juga mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakkan. Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

5

اَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَؤُا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُۖ فَذَاقُوْا وَبَالَ اَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

a lam ya'tikum naba'ulladzîna kafarû ming qablu fa dzâqû wa bâla amrihim wa lahum ‘adzâbun alîm

Apakah belum sampai kepadamu (orang-orang kafir) berita (tentang) orang-orang yang kufur dahulu? Mereka telah merasakan akibat buruk dari perbuatannya dan bagi mereka azab yang sangat pedih.

6

ذٰلِكَ بِاَنَّهٗ كَانَتْ تَّأْتِيْهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَقَالُوْٓا اَبَشَرٌ يَّهْدُوْنَنَاۖ فَكَفَرُوْا وَتَوَلَّوْا وَّاسْتَغْنَى اللّٰهُۗ وَاللّٰهُ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

dzâlika bi'annahû kânat ta'tîhim rusuluhum bil-bayyinâti fa qâlû abasyaruy yahdûnanâ fa kafarû wa tawallaw wastaghnallâh, wallâhu ghaniyyun ḫamîd

(Hukuman) yang demikian itu (terjadi) karena sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul (yang membawa) keterangan-keterangan lalu mereka berkata, “Apakah (pantas jenis) manusia yang memberi petunjuk kepada kami?” Lalu mereka ingkar dan berpaling; padahal Allah tidak memerlukan (mereka). Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.

7

زَعَمَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنْ لَّنْ يُّبْعَثُوْاۗ قُلْ بَلٰى وَرَبِّيْ لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْۗ وَذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ

za‘amalladzîna kafarû al lay yub‘atsû, qul balâ wa rabbî latub‘atsunna tsumma latunabba'unna bimâ ‘amiltum, wa dzâlika ‘alallâhi yasîr

Orang-orang yang kufur mengira bahwa sesungguhnya mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak demikian. Demi Tuhanku, kamu pasti akan dibangkitkan, kemudian pasti akan diberitakan apa yang telah kamu kerjakan.” Yang demikian itu mudah bagi Allah.

8

فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالنُّوْرِ الَّذِيْٓ اَنْزَلْنَاۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

fa âminû billâhi wa rasûlihî wan-nûrilladzî anzalnâ, wallâhu bimâ ta‘malûna khabîr

(Jika demikian halnya,) berimanlah kamu kepada Allah, Rasul-Nya, dan cahaya (Al-Qur’an) yang telah Kami turunkan. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

9

يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذٰلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُّكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّاٰتِهٖ وَيُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

yauma yajma‘ukum liyaumil-jam‘i dzâlika yaumut-taghâbun, wa may yu'mim billâhi wa ya‘mal shâliḫay yukaffir ‘an-hu sayyi'âtihî wa yudkhil-hu jannâtin tajrî min taḫtihal-an-hâru khâlidîna fîhâ abadâ, dzâlikal-fauzul-‘adhîm

(Ingatlah) hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun (hari Kiamat). Itulah hari pengungkapan kesalahan. Siapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.

10

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُࣖ

walladzîna kafarû wa kadzdzabû bi'âyâtinâ ulâ'ika ash-ḫâbun-nâri khâlidîna fîhâ, wa bi'sal-mashîr

Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.

11

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

mâ ashâba mim mushîbatin illâ bi'idznillâh, wa may yu'mim billâhi yahdi qalbah, wallâhu bikulli syai'in ‘alîm

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

12

وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَۚ فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاِنَّمَا عَلٰى رَسُوْلِنَا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ

wa athî‘ullâha wa athî‘ur-rasûl, fa in tawallaitum fa innamâ ‘alâ rasûlinal-balâghul-mubîn

Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu berpaling, sesungguhnya kewajiban rasul Kami hanyalah menyampaikan (risalah) dengan terang.

13

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ

allâhu lâ ilâha illâ huw, wa ‘alallâhi falyatawakkalil-mu'minûn

(Dialah) Allah. Tidak ada tuhan selain Dia. Kepada Allahlah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal.

14

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

yâ ayyuhalladzîna âmanû inna min azwâjikum wa aulâdikum ‘aduwwal lakum faḫdzarûhum, wa in ta‘fû wa tashfaḫû wa taghfirû fa innallâha ghafûrur raḫîm

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

15

اِنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

innamâ amwâlukum wa aulâdukum fitnah, wallâhu ‘indahû ajrun ‘adhîm

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah (ada) pahala yang besar.

16

فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

fattaqullâha mastatha‘tum wasma‘û wa athî‘û wa anfiqû khairal li'anfusikum, wa may yûqa syuḫḫa nafsihî fa ulâ'ika humul-mufliḫûn

Bertakwalah kamu kepada Allah sekuat kemampuanmu! Dengarkanlah, taatlah, dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu! Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

17

اِنْ تُقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ شَكُوْرٌ حَلِيْمٌۙ

in tuqridlullâha qardlan ḫasanay yudlâ‘if-hu lakum wa yaghfir lakum, wallâhu syakûrun ḫalîm

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Dia akan melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampunimu. Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Penyantun.

18

عٰلِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُࣖ

‘âlimul-ghaibi wasy-syahâdatil-‘azîzul-ḫakîm

Dialah yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata. (Dialah) Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Anda baru saja membaca Surat At-Tagabun.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat At-Tagabun

Apa isi kandungan Surat At-Tagabun?

At-Taghabun menggambarkan hari kiamat sebagai hari taghabun, yaitu hari terungkapnya semua kecurangan dan kesalahan yang ditutupi di dunia. Surat ini mengingatkan bahwa istri dan anak-anak bisa menjadi musuh dan fitnah bagi seorang mukmin, namun Allah adalah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Surat At-Tagabun terdiri dari 18 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah (diturunkan di Madinah).

Berapa jumlah ayat Surat At-Tagabun?

Surat At-Tagabun terdiri dari 18 ayat dan terdapat pada juz 28 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 4 menit.

Mengapa surat ini dinamakan At-Tagabun (Hari Dinampakkan Kesalahan)?

Nama "At-Tagabun" (التغابن) berarti "Hari Dinampakkan Kesalahan" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-64 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat At-Tagabun Makkiyah atau Madaniyah?

Surat At-Tagabun termasuk golongan surat Madaniyah, yaitu surat yang diturunkan di Madinah. Surat Madaniyah umumnya memuat hukum-hukum syariat, aturan bermasyarakat, serta pedoman hubungan antarumat sebagai panduan hidup bernegara dan bermasyarakat.

Kapan waktu terbaik membaca Surat At-Tagabun?

Surat At-Tagabun dapat dibaca kapan saja. Sebagai surat Madaniyah yang memuat pedoman syariat dan kehidupan bermasyarakat, membacanya secara rutin membantu memahami hukum-hukum Islam yang terkandung di dalamnya.

Apa keutamaan membaca Surat At-Tagabun?

Surat ini termasuk kelompok Al-Musabbihat yang dibuka dengan tasbih kepada Allah. Nabi ﷺ membaca surat-surat Al-Musabbihat sebelum tidur. (HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi) Memuat konsep penting tentang Yaumut Taghabun — hari ketika penghuni surga dan penghuni neraka saling menyadari siapa yang benar-benar beruntung dan merugi. Ayat 14-15 menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada keluarga tidak boleh mengalahkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.