Surat At Tahrim

Pengharaman • Madaniyah • 12 ayat

Tentang Surat At-Tahrim

Baca Surat At-Tahrim (Mengharamkan — التحريم) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 12 ayat Madaniyah (Juz 28) — surat ke-66 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. At-Tahrim diawali dengan teguran kepada Nabi Muhammad karena mengharamkan sesuatu yang halal demi menyenangkan istri-istrinya, serta memerintahkan kaum muslimin menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Surat ini menjadikan istri Nabi Luth dan Nuh sebagai contoh wanita yang gagal, serta Maryam dan istri Firaun sebagai contoh wanita mulia..

Tema Utama

  • Teguran Allah kepada Nabi ﷺ yang mengharamkan sesuatu yang halal untuk menyenangkan istri-istrinya
  • Perintah menjaga diri dan keluarga dari api neraka
  • Kewajiban bertaubat dengan taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh)
  • Perumpamaan wanita baik dan wanita buruk dalam sejarah para nabi
  • Tanggung jawab pribadi atas keimanan — ikatan keluarga tidak menyelamatkan tanpa iman

Kandungan Surat

Ayat 1-2Teguran kepada Nabi ﷺ — Allah menegur Nabi yang mengharamkan atas dirinya sesuatu yang dihalalkan Allah demi menyenangkan istri-istrinya. Allah menetapkan cara membebaskan diri dari sumpah (kafarat sumpah), dan Allah adalah Pelindung Nabi ﷺ.
Ayat 3-5Peristiwa rahasia Nabi ﷺ — ketika Nabi menceritakan suatu rahasia kepada salah satu istrinya, lalu ia menyebarkannya, Allah memberitahukan hal itu kepada Nabi. Peringatan kepada istri-istri Nabi agar bertaubat, dan jika mereka mendurhakai beliau, Allah dan Jibril serta orang-orang saleh akan menjadi penolongnya.
Ayat 6-8Perintah menjaga keluarga dan taubat nasuha — perintah kepada orang beriman untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Seruan untuk bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh dan tidak mengulangi dosa).
Ayat 9-10Perintah jihad dan perumpamaan wanita buruk — Nabi diperintahkan berjihad melawan orang kafir dan munafik. Perumpamaan istri Nuh dan istri Luth yang berkhianat terhadap suami mereka yang merupakan nabi; hubungan keluarga tidak menyelamatkan mereka dari neraka.
Ayat 11-12Perumpamaan wanita baik — teladan istri Fir'aun (Asiyah) yang beriman meskipun suaminya adalah tiran terbesar, dan Maryam binti Imran yang menjaga kehormatannya dan membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya. Keduanya menjadi teladan bagi orang-orang beriman.

Keutamaan

  • Memuat perintah agung "Qu anfusakum wa ahlikum naara" — jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (ayat 6), yang menjadi dasar pendidikan keluarga dalam Islam.
  • Ali bin Abi Thalib menafsirkan ayat 6: "Ajarilah dirimu dan keluargamu kebaikan dan didiklah mereka." (Tafsir Ath-Thabari)
  • Memuat konsep taubat nasuha (ayat 8) yang menjadi standar taubat yang diterima dalam Islam.
  • Mengandung empat teladan wanita — dua wanita buruk (istri Nuh dan istri Luth) dan dua wanita baik (Asiyah istri Fir'aun dan Maryam binti Imran) — yang menunjukkan bahwa iman adalah tanggung jawab pribadi.
  • Nabi ﷺ bersabda bahwa Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim termasuk wanita terbaik penghuni surga. (HR. Bukhari & Muslim)

Asbab Nuzul

Surat At-Tahrim turun di Madinah berkaitan dengan peristiwa rumah tangga Nabi ﷺ. Menurut riwayat yang masyhur, Nabi ﷺ pernah meminum madu di rumah Zainab binti Jahsy. Kemudian Hafshah dan Aisyah bersekongkol mengatakan bahwa mulut Nabi berbau maghafir (getah pohon yang tidak sedap). Untuk menyenangkan mereka, Nabi ﷺ bersumpah tidak akan minum madu lagi. Maka turunlah ayat pertama yang menegur Nabi agar tidak mengharamkan apa yang telah Allah halalkan. Dalam riwayat lain, peristiwa ini berkaitan dengan hubungan Nabi dengan Mariyah Al-Qibthiyyah. Surat ini mengajarkan bahwa bahkan rumah tangga Nabi ﷺ pun menghadapi ujian, dan solusinya adalah kembali kepada Allah.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir Al-Qurthubi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ اَحَلَّ اللّٰهُ لَكَۚ تَبْتَغِيْ مَرْضَاتَ اَزْوَاجِكَۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

yâ ayyuhan-nabiyyu lima tuḫarrimu mâ aḫallallâhu lak, tabtaghî mardlâta azwâjik, wallâhu ghafûrur raḫîm

Wahai Nabi (Muhammad), mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau bermaksud menyenangkan hati istri-istrimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

2

قَدْ فَرَضَ اللّٰهُ لَكُمْ تَحِلَّةَ اَيْمَانِكُمْۚ وَاللّٰهُ مَوْلٰىكُمْۚ وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ

qad faradlallâhu lakum taḫillata aimânikum, wallâhu maulâkum, wa huwal-‘alîmul-ḫakîm

Sungguh, Allah telah mensyariatkan untukmu pembebasan diri dari sumpahmu. Allah adalah pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.

3

وَاِذْ اَسَرَّ النَّبِيُّ اِلٰى بَعْضِ اَزْوَاجِهٖ حَدِيْثًاۚ فَلَمَّا نَبَّاَتْ بِهٖ وَاَظْهَرَهُ اللّٰهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهٗ وَاَعْرَضَ عَنْۢ بَعْضٍۚ فَلَمَّا نَبَّاَهَا بِهٖ قَالَتْ مَنْ اَنْۢبَاَكَ هٰذَاۗ قَالَ نَبَّاَنِيَ الْعَلِيْمُ الْخَبِيْرُ

wa idz asarran-nabiyyu ilâ ba‘dli azwâjihî ḫadîtsâ, fa lammâ nabba'at bihî wa adh-harahullâhu ‘alaihi ‘arrafa ba‘dlahû wa a‘radla ‘am ba‘dl, fa lammâ nabba'ahâ bihî qâlat man amba'aka hâdzâ, qâla nabba'aniyal-‘alîmul-khabîr

(Ingatlah) ketika Nabi membicarakan secara rahasia suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafsah). Kemudian, ketika dia menceritakan (peristiwa) itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukannya (kejadian ini) kepadanya (Nabi), dia (Nabi) memberitahukan (kepada Hafsah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Ketika dia (Nabi) memberitahukan (pembicaraan) itu kepadanya (Hafsah), dia bertanya, “Siapa yang telah memberitahumu hal ini?” Nabi menjawab, “Yang memberitahuku adalah Allah Yang Maha Mengetahui lagi Mahateliti.”

4

اِنْ تَتُوْبَآ اِلَى اللّٰهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوْبُكُمَاۚ وَاِنْ تَظٰهَرَا عَلَيْهِ فَاِنَّ اللّٰهَ هُوَ مَوْلٰىهُ وَجِبْرِيْلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِيْنَۚ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ بَعْدَ ذٰلِكَ ظَهِيْرٌ

in tatûbâ ilallâhi fa qad shaghat qulûbukumâ, wa in tadhâharâ ‘alaihi fa innallâha huwa maulâhu wa jibrîlu wa shâliḫul-mu'minîn, wal-malâ'ikatu ba‘da dzâlika dhahîr

Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, sungguh hati kamu berdua telah condong (pada kebenaran) dan jika kamu berdua saling membantu menyusahkan dia (Nabi), sesungguhnya Allahlah pelindungnya. Demikian juga Jibril dan orang-orang mukmin yang saleh. Selain itu, malaikat-malaikat (juga ikut) menolong.

5

عَسٰى رَبُّهٗٓ اِنْ طَلَّقَكُنَّ اَنْ يُّبْدِلَهٗٓ اَزْوَاجًا خَيْرًا مِّنْكُنَّ مُسْلِمٰتٍ مُّؤْمِنٰتٍ قٰنِتٰتٍ تٰۤىِٕبٰتٍ عٰبِدٰتٍ سٰۤىِٕحٰتٍ ثَيِّبٰتٍ وَّاَبْكَارًا

‘asâ rabbuhû in thallaqakunna ay yubdilahû azwâjan khairam mingkunna muslimâtim mu'minâting qânitâtin tâ'ibâtin ‘âbidâtin sâ'iḫâtin tsayyibâtiw wa abkârâ

Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang berserah diri, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, dan yang berpuasa, baik yang janda maupun yang perawan.

6

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

yâ ayyuhalladzîna âmanû qû anfusakum wa ahlîkum nâraw wa qûduhan-nâsu wal-ḫijâratu ‘alaihâ malâ'ikatun ghilâdhun syidâdul lâ ya‘shûnallâha mâ amarahum wa yaf‘alûna mâ yu'marûn

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

7

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَا تَعْتَذِرُوا الْيَوْمَۗ اِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَࣖ

yâ ayyuhalladzîna kafarû lâ ta‘tadzirul-yaûm, innamâ tujzauna mâ kuntum ta‘malûn

Wahai orang-orang yang kufur, janganlah kamu mencari-cari alasan pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan (sesuai dengan) apa yang selama ini kamu kerjakan.

8

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

yâ ayyuhalladzîna âmanû tûbû ilallâhi taubatan nashûḫâ, ‘asâ rabbukum ay yukaffira ‘angkum sayyi'âtikum wa yudkhilakum jannâtin tajrî min taḫtihal-an-hâru yauma lâ yukhzillâhun-nabiyya walladzîna âmanû ma‘ah, nûruhum yas‘â baina aidîhim wa bi'aimânihim yaqûlûna rabbanâ atmim lanâ nûranâ waghfir lanâ, innaka ‘alâ kulli syai'ing qadîr

Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

9

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْۗ وَمَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ

yâ ayyuhan-nabiyyu jâhidil-kuffâra wal-munâfiqîna waghludh ‘alaihim, wa ma'wâhum jahannam, wa bi'sal-mashîr

Wahai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah (neraka) Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

10

ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّامْرَاَتَ لُوْطٍۗ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتٰهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا وَّقِيْلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِيْنَ

dlaraballâhu matsalal lilladzîna kafarumra'ata nûḫiw wamra'ata lûth, kânatâ taḫta ‘abdaini min ‘ibâdinâ shâliḫaini fa khânatâhumâ fa lam yughniyâ ‘an-humâ minallâhi syai'aw wa qîladkhulan-nâra ma‘ad-dâkhilîn

Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang kufur, yaitu istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah (tanggung jawab) dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, lalu keduanya berkhianat kepada (suami-suami)-nya. Mereka (kedua suami itu) tidak dapat membantunya sedikit pun dari (siksaan) Allah, dan dikatakan (kepada kedua istri itu), “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”

11

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَۘ اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَۙ

wa dlaraballâhu matsalal lilladzîna âmanumra'ata fir‘aûn, idz qâlat rabbibni lî ‘indaka baitan fil-jannati wa najjinî min fir‘auna wa ‘amalihî wa najjinî minal-qaumidh-dhâlimîn

Allah juga membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Fir‘aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah dalam surga, selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”

12

وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرٰنَ الَّتِيْٓ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهِ مِنْ رُّوْحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمٰتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهٖ وَكَانَتْ مِنَ الْقٰنِتِيْنَࣖ

wa maryamabnata ‘imrânallatî aḫshanat farjahâ fa nafakhnâ fîhi mir rûḫinâ wa shaddaqat bikalimâti rabbihâ wa kutubihî wa kânat minal-qânitîn

Demikian pula Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, lalu Kami meniupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan yang membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya, serta yang termasuk orang-orang taat.

Anda baru saja membaca Surat At-Tahrim.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat At-Tahrim

Apa isi kandungan Surat At-Tahrim?

At-Tahrim diawali dengan teguran kepada Nabi Muhammad karena mengharamkan sesuatu yang halal demi menyenangkan istri-istrinya, serta memerintahkan kaum muslimin menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Surat ini menjadikan istri Nabi Luth dan Nuh sebagai contoh wanita yang gagal, serta Maryam dan istri Firaun sebagai contoh wanita mulia. Surat At-Tahrim terdiri dari 12 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah (diturunkan di Madinah).

Berapa jumlah ayat Surat At-Tahrim?

Surat At-Tahrim terdiri dari 12 ayat dan terdapat pada juz 28 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 2 menit.

Mengapa surat ini dinamakan At-Tahrim (Mengharamkan)?

Nama "At-Tahrim" (التحريم) berarti "Mengharamkan" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-66 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat At-Tahrim Makkiyah atau Madaniyah?

Surat At-Tahrim termasuk golongan surat Madaniyah, yaitu surat yang diturunkan di Madinah. Surat Madaniyah umumnya memuat hukum-hukum syariat, aturan bermasyarakat, serta pedoman hubungan antarumat sebagai panduan hidup bernegara dan bermasyarakat.

Kapan waktu terbaik membaca Surat At-Tahrim?

Surat At-Tahrim dapat dibaca kapan saja. Sebagai surat Madaniyah yang memuat pedoman syariat dan kehidupan bermasyarakat, membacanya secara rutin membantu memahami hukum-hukum Islam yang terkandung di dalamnya.

Apa keutamaan membaca Surat At-Tahrim?

Memuat perintah agung "Qu anfusakum wa ahlikum naara" — jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (ayat 6), yang menjadi dasar pendidikan keluarga dalam Islam. Ali bin Abi Thalib menafsirkan ayat 6: "Ajarilah dirimu dan keluargamu kebaikan dan didiklah mereka." (Tafsir Ath-Thabari) Memuat konsep taubat nasuha (ayat 8) yang menjadi standar taubat yang diterima dalam Islam. Mengandung empat teladan wanita — dua wanita buruk (istri Nuh dan istri Luth) dan dua wanita baik (Asiyah istri Fir'aun dan Maryam binti Imran) — yang menunjukkan bahwa iman adalah tanggung jawab pribadi. Nabi ﷺ bersabda bahwa Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim termasuk wanita terbaik penghuni surga. (HR. Bukhari & Muslim)