Surat At Takasur

Bermegah-Megahan • Makkiyah • 8 ayat

Tentang Surat At-Takasur

Baca Surat At-Takasur (Bermegah-megahan — التكاثر) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 8 ayat Makkiyah (Juz 30) — surat ke-102 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. At-Takasur mengecam manusia yang terlena oleh perlombaan memperbanyak harta dan keturunan hingga melalaikan akhirat, bahkan sampai mengunjungi kuburan untuk membanggakan leluhur. Surat ini memperingatkan bahwa mereka kelak akan diperlihatkan neraka Jahim, lalu pada hari kiamat akan ditanya tentang kenikmatan yang telah mereka nikmati di dunia..

Tema Utama

  • Kecaman terhadap sikap bermegah-megahan dalam harta dan keturunan
  • Kelalaian manusia yang terlena dunia hingga ke liang kubur
  • Ancaman dan peringatan keras dari Allah tentang pembalasan
  • Kepastian melihat neraka Jahim dengan mata kepala sendiri
  • Pertanggungjawaban atas segala kenikmatan di Hari Kiamat

Kandungan Surat

Ayat 1-2Teguran atas sikap terlena — bermegah-megahan dalam hal harta, anak, dan keturunan telah melalaikan manusia dari ketaatan kepada Allah, hingga mereka masuk ke liang kubur (mati).
Ayat 3-4Peringatan berulang — dua kali Allah berfirman 'kelak kamu akan mengetahui' sebagai penekanan bahwa akibat dari kelalaian itu pasti akan dirasakan.
Ayat 5-6Jika manusia mengetahui dengan ilmu yang yakin, niscaya mereka akan melihat neraka Jahim — ancaman bagi mereka yang terlena oleh dunia.
Ayat 7-8Penegasan bahwa mereka benar-benar akan melihat neraka dengan ainul yaqin (keyakinan mata), lalu pada hari itu mereka pasti akan ditanya tentang segala kenikmatan yang pernah diberikan.

Keutamaan

  • Nabi ﷺ bersabda: "Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ia menginginkan dua lembah. Dan tidak ada yang memenuhi mulutnya kecuali tanah." (HR. Bukhari & Muslim) — surat ini menegaskan peringatan tersebut.
  • Surat At-Takatsur menjadi pengingat penting tentang bahaya cinta dunia yang berlebihan dan melalaikan akhirat.
  • Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menafsirkan bahwa kenikmatan yang ditanyakan pada ayat terakhir mencakup kesehatan, keamanan, dan makanan-minuman.

Asbab Nuzul

Surat At-Takatsur adalah surat Makkiyah yang turun sebagai teguran terhadap kebiasaan kaum Quraisy yang saling bermegah-megahan tentang banyaknya harta, anak, dan pengikut. Diriwayatkan bahwa dua kabilah dari kaum Anshar juga pernah saling membanggakan jumlah anggota mereka, baik yang hidup maupun yang sudah meninggal, sehingga turunlah surat ini sebagai peringatan.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Tafsir Ath-Thabari

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ

al-hâkumut-takâtsur

Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu

2

حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ

ḫattâ zurtumul-maqâbir

sampai kamu masuk ke dalam kubur.

3

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ

kallâ saufa ta‘lamûn

Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu).

4

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ

tsumma kallâ saufa ta‘lamûn

Sekali-kali tidak (jangan melakukan itu)! Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).

5

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ

kallâ lau ta‘lamûna ‘ilmal-yaqîn

Sekali-kali tidak (jangan melakukan itu)! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti, (niscaya kamu tidak akan melakukannya).

6

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ

latarawunnal-jaḫîm

Pasti kamu benar-benar akan melihat (neraka) Jahim.

7

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ

tsumma latarawunnahâ ‘ainal-yaqîn

Kemudian, kamu pasti benar-benar akan melihatnya dengan ainulyakin.

8

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِࣖ

tsumma latus'alunna yauma'idzin ‘anin-na‘îm

Kemudian, kamu pasti benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).

Anda baru saja membaca Surat At-Takasur.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat At-Takasur

Apa isi kandungan Surat At-Takasur?

At-Takasur mengecam manusia yang terlena oleh perlombaan memperbanyak harta dan keturunan hingga melalaikan akhirat, bahkan sampai mengunjungi kuburan untuk membanggakan leluhur. Surat ini memperingatkan bahwa mereka kelak akan diperlihatkan neraka Jahim, lalu pada hari kiamat akan ditanya tentang kenikmatan yang telah mereka nikmati di dunia. Surat At-Takasur terdiri dari 8 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).

Berapa jumlah ayat Surat At-Takasur?

Surat At-Takasur terdiri dari 8 ayat dan terdapat pada juz 30 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 2 menit.

Mengapa surat ini dinamakan At-Takasur (Bermegah-megahan)?

Nama "At-Takasur" (التكاثر) berarti "Bermegah-megahan" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-102 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat At-Takasur Makkiyah atau Madaniyah?

Surat At-Takasur termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.

Kapan waktu terbaik membaca Surat At-Takasur?

Surat At-Takasur dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.

Apa keutamaan membaca Surat At-Takasur?

Nabi ﷺ bersabda: "Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ia menginginkan dua lembah. Dan tidak ada yang memenuhi mulutnya kecuali tanah." (HR. Bukhari & Muslim) — surat ini menegaskan peringatan tersebut. Surat At-Takatsur menjadi pengingat penting tentang bahaya cinta dunia yang berlebihan dan melalaikan akhirat. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menafsirkan bahwa kenikmatan yang ditanyakan pada ayat terakhir mencakup kesehatan, keamanan, dan makanan-minuman.