Surat Nuh

Nuh • Makkiyah • 28 ayat

Tentang Surat Nuh

Baca Surat Nuh (Nabi Nuh — نوح) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 28 ayat Makkiyah (Juz 29) — surat ke-71 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. Nuh mengisahkan perjuangan Nabi Nuh yang berdakwah kepada kaumnya selama 950 tahun dengan berbagai cara: terang-terangan, bisik-bisik, dan seruan malam hari, namun hampir tidak ada yang beriman. Doa Nabi Nuh kepada Allah agar kaumnya yang membangkang diazab menjadi sebab datangnya banjir besar yang menenggelamkan seluruh kaum beserta berhala mereka..

Tema Utama

  • Kisah dakwah Nabi Nuh selama 950 tahun kepada kaumnya
  • Berbagai metode dakwah Nuh: terang-terangan, diam-diam, siang dan malam
  • Keras kepalanya kaum Nuh dalam menyembah berhala
  • Doa Nabi Nuh agar kaum kafir dibinasakan dan orang beriman diselamatkan

Kandungan Surat

Ayat 1-4Penugasan Nabi Nuh — Allah mengutus Nuh untuk memperingatkan kaumnya agar beriman kepada Allah, bertakwa, dan menaati rasul sebelum datangnya azab yang tidak dapat ditunda.
Ayat 5-14Metode dakwah Nuh — Nuh berdakwah siang dan malam, terang-terangan dan diam-diam, namun kaumnya justru menutup telinga, menutupi kepala dengan kain, dan semakin sombong. Nuh mengajak mereka memohon ampun agar Allah menurunkan hujan, memberikan harta, anak-anak, kebun, dan sungai.
Ayat 15-20Tanda-tanda kekuasaan Allah — Nuh menunjukkan bukti penciptaan tujuh langit berlapis-lapis, bulan sebagai cahaya, matahari sebagai pelita, serta penciptaan manusia dari tanah dan akan dikembalikan ke dalamnya.
Ayat 21-28Doa Nabi Nuh — setelah berdakwah selama ratusan tahun tanpa hasil, Nuh melaporkan keingkaran kaumnya yang tetap menyembah Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr. Nuh berdoa agar Allah tidak menyisakan seorang pun dari orang-orang kafir, dan memohon ampunan bagi kedua orang tuanya serta orang-orang beriman.

Keutamaan

  • Surat Nuh menjadi teladan kesabaran dalam berdakwah — Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun tanpa putus asa sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Ankabut: 14.
  • Ayat 10-12 tentang istighfar sering dikutip ulama sebagai dalil bahwa memohon ampun kepada Allah mendatangkan rezeki berupa hujan, harta, anak, kebun, dan sungai.
  • Surat ini memuat nama-nama berhala tertua dalam sejarah manusia: Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr.

Asbab Nuzul

Surat Nuh adalah surat Makkiyah yang turun sebagai penghibur dan penguat hati Nabi Muhammad ﷺ yang menghadapi penolakan serupa dari kaum Quraisy. Kisah perjuangan Nabi Nuh selama ratusan tahun dimaksudkan agar Rasulullah ﷺ tidak berputus asa dalam dakwah, sekaligus memperingatkan kaum musyrikin Mekkah bahwa penolakan mereka bisa berujung pada kebinasaan seperti kaum Nuh.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ath-Thabari, Shahih Al-Bukhari

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

اِنَّآ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖٓ اَنْ اَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

innâ arsalnâ nûhan ilâ qaumihî an andzir qaumaka ming qabli ay ya'tiyahum ‘adzâbun alîm

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah), “Berilah peringatan kepada kaummu sebelum datang azab yang pedih kepadanya!”

2

قَالَ يٰقَوْمِ اِنِّيْ لَكُمْ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۙ

qâla yâ qaumi innî lakum nadzîrum mubîn

Dia (Nuh) berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku ini adalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu,

3

اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاتَّقُوْهُ وَاَطِيْعُوْنِۙ

ani‘budullâha wattaqûhu wa athî‘ûn

(yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya, dan taatlah kepadaku,

4

يَغْفِرْ لَكُمْ مِّنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اِنَّ اَجَلَ اللّٰهِ اِذَا جَاۤءَ لَا يُؤَخَّرُۘ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

yaghfir lakum min dzunûbikum wa yu'akhkhirkum ilâ ajalim musammâ, inna ajalallâhi idzâ jâ'a lâ yu'akhkhar, lau kuntum ta‘lamûn

niscaya Dia akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkanmu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah itu, apabila telah datang, tidak dapat ditunda. Seandainya kamu mengetahui(-nya).”

5

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ دَعَوْتُ قَوْمِيْ لَيْلًا وَّنَهَارًاۙ

qâla rabbi innî da‘autu qaumî lailaw wa nahârâ

Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam,

6

فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَاۤءِيْٓ اِلَّا فِرَارًا

fa lam yazid-hum du‘â'î illâ firârâ

tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, melainkan mereka (makin) lari (dari kebenaran).

7

وَاِنِّيْ كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوْٓا اَصَابِعَهُمْ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَاَصَرُّوْا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًاۚ

wa innî kullamâ da‘autuhum litaghfira lahum ja‘alû ashâbi‘ahum fî âdzânihim wastaghsyau tsiyâbahum wa asharrû wastakbarustikbârâ

Sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya). Mereka pun tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.

8

ثُمَّ اِنِّيْ دَعَوْتُهُمْ جِهَارًاۙ

tsumma innî da‘autuhum jihârâ

Kemudian, sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan.

9

ثُمَّ اِنِّيْٓ اَعْلَنْتُ لَهُمْ وَاَسْرَرْتُ لَهُمْ اِسْرَارًاۙ

tsumma innî a‘lantu lahum wa asrartu lahum isrârâ

Lalu, aku menyeru mereka secara terbuka dan diam-diam.

10

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ

fa qultustaghfirû rabbakum innahû kâna ghaffârâ

Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun.

11

يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ

yursilis-samâ'a ‘alaikum midrârâ

(Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,

12

وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ

wa yumdidkum bi'amwâliw wa banîna wa yaj‘al lakum jannâtiw wa yaj‘al lakum an-hârâ

memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”

13

مَا لَكُمْ لَا تَرْجُوْنَ لِلّٰهِ وَقَارًاۚ

mâ lakum lâ tarjûna lillâhi waqârâ

Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah?

14

وَقَدْ خَلَقَكُمْ اَطْوَارًا

wa qad khalaqakum athwârâ

Padahal, sungguh, Dia telah menciptakanmu dalam beberapa tahapan (penciptaan).

15

اَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللّٰهُ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۙ

a lam tarau kaifa khalaqallâhu sab‘a samâwâtin thibâqâ

Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis?

16

وَّجَعَلَ الْقَمَرَ فِيْهِنَّ نُوْرًا وَّجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا

wa ja‘alal-qamara fîhinna nûraw wa ja‘alasy-syamsa sirâjâ

Di sana Dia menjadikan bulan bercahaya dan matahari sebagai pelita (yang cemerlang).

17

وَاللّٰهُ اَنْۢبَتَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ نَبَاتًاۙ

wallâhu ambatakum minal-ardli nabâtâ

Allah benar-benar menciptakanmu dari tanah.

18

ثُمَّ يُعِيْدُكُمْ فِيْهَا وَيُخْرِجُكُمْ اِخْرَاجًا

tsumma yu‘îdukum fîhâ wa yukhrijukum ikhrâjâ

Kemudian, dia akan mengembalikanmu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkanmu (pada hari Kiamat) dengan pasti.

19

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ بِسَاطًاۙ

wallâhu ja‘ala lakumul-ardla bisâthâ

Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan

20

لِّتَسْلُكُوْا مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًاࣖ

litaslukû min-hâ subulan fijâjâ

agar kamu dapat pergi dengan leluasa di jalan-jalan yang luas.

21

قَالَ نُوْحٌ رَّبِّ اِنَّهُمْ عَصَوْنِيْ وَاتَّبَعُوْا مَنْ لَّمْ يَزِدْهُ مَالُهٗ وَوَلَدُهٗٓ اِلَّا خَسَارًاۚ

qâla nûḫur rabbi innahum ‘ashaunî wattaba‘û mal lam yazid-hu mâluhû wa waladuhû illâ khasârâ

Nuh berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka durhaka kepadaku dan mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya.

22

وَمَكَرُوْا مَكْرًا كُبَّارًاۚ

wa makarû makrang kubbârâ

Mereka pun melakukan tipu daya yang sangat besar.

23

وَقَالُوْا لَا تَذَرُنَّ اٰلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَّلَا سُوَاعًا ەۙ وَّلَا يَغُوْثَ وَيَعُوْقَ وَنَسْرًاۚ

wa qâlû lâ tadzarunna âlihatakum wa lâ tadzarunna waddaw wa lâ suwâ‘aw wa lâ yaghûtsa wa ya‘ûqa wa nasrâ

Mereka berkata, ‘Jangan sekali-kali kamu meninggalkan tuhan-tuhanmu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan Wadd, Suwā‘, Yagūṡ, Ya‘ūq, dan Nasr.’

24

وَقَدْ اَضَلُّوْا كَثِيْرًا ەۚ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا ضَلٰلًا

wa qad adlallû katsîrâ, wa lâ tazididh-dhâlimîna illâ dlalâlâ

Sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kesesatan.”

25

مِمَّا خَطِيْۤـٰٔتِهِمْ اُغْرِقُوْا فَاُدْخِلُوْا نَارًا ەۙ فَلَمْ يَجِدُوْا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْصَارًا

mimmâ khathî'âtihim ughriqû fa udkhilû nâran fa lam yajidû lahum min dûnillâhi anshârâ

Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan, lalu dimasukkan ke neraka. Mereka tidak mendapat penolong selain Allah.

26

وَقَالَ نُوْحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْاَرْضِ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ دَيَّارًا

wa qâla nûḫur rabbi lâ tadzar ‘alal-ardli minal-kâfirîna dayyârâ

Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.

27

اِنَّكَ اِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوْا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوْٓا اِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا

innaka in tadzar-hum yudlillû ‘ibâdaka wa lâ yalidû illâ fâjirang kaffârâ

Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu. Mereka pun hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur.

28

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًاࣖ

rabbighfir lî wa liwâlidayya wa liman dakhala baitiya mu'minaw wa lil-mu'minîna wal-mu'minât, wa lâ tazididh-dhâlimîna illâ tabârâ

Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kehancuran.”

Anda baru saja membaca Surat Nuh.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat Nuh

Apa isi kandungan Surat Nuh?

Nuh mengisahkan perjuangan Nabi Nuh yang berdakwah kepada kaumnya selama 950 tahun dengan berbagai cara: terang-terangan, bisik-bisik, dan seruan malam hari, namun hampir tidak ada yang beriman. Doa Nabi Nuh kepada Allah agar kaumnya yang membangkang diazab menjadi sebab datangnya banjir besar yang menenggelamkan seluruh kaum beserta berhala mereka. Surat Nuh terdiri dari 28 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).

Berapa jumlah ayat Surat Nuh?

Surat Nuh terdiri dari 28 ayat dan terdapat pada juz 29 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 6 menit.

Mengapa surat ini dinamakan Nuh (Nabi Nuh)?

Nama "Nuh" (نوح) berarti "Nabi Nuh" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-71 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat Nuh Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Nuh termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Nuh?

Surat Nuh dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.

Apa keutamaan membaca Surat Nuh?

Surat Nuh menjadi teladan kesabaran dalam berdakwah — Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun tanpa putus asa sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Ankabut: 14. Ayat 10-12 tentang istighfar sering dikutip ulama sebagai dalil bahwa memohon ampun kepada Allah mendatangkan rezeki berupa hujan, harta, anak, kebun, dan sungai. Surat ini memuat nama-nama berhala tertua dalam sejarah manusia: Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr.