فَلَمَّآ اَتٰىهَا نُوْدِيَ يٰمُوْسٰٓى ۙ
Falammā atāhā nūdiya yā mūsā.
Ketika mendatanginya (tempat api), dia (Musa) dipanggil, “Wahai Musa.
فَلَمَّآ اَتٰىهَا نُوْدِيَ يٰمُوْسٰٓى ۙ
Falammā atāhā nūdiya yā mūsā.
Ketika mendatanginya (tempat api), dia (Musa) dipanggil, “Wahai Musa.
Usai berpesan kepada keluarganya, maka Musa berjalan mendekati api itu. Ketika dia mendatanginya, tiba-tiba dia dipanggil oleh suara yang berasal dari arah api itu, “Wahai Musa!”
Ketika Musa a.s., sampai di tempat api, dia melihat api itu bercahaya putih bersih mengitari sebuah pohon berwarna hijau. Musa keheran-heranan melihat kejadian itu, karena cahaya api yang putih bersih itu, tidak mengurangi kehijauan warna pohon, begitu pula sebaliknya, warna hijau pohon itu tidak mengurangi cahaya putih api itu. Di kala itulah Musa a.s., mendengar suara memanggil, “Hai Musa.”
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 135 ayat, kunjungi halaman utama Surat Taha lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.