اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى
Ar-raḥmānu ‘alal-‘arsyistawā.
(Dialah Allah) Yang Maha Pengasih (dan) bersemayam di atas ‘Arasy.466
466) Lihat catatan kaki surah al-A‘rāf (7): 54.
اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى
Ar-raḥmānu ‘alal-‘arsyistawā.
(Dialah Allah) Yang Maha Pengasih (dan) bersemayam di atas ‘Arasy.466
466) Lihat catatan kaki surah al-A‘rāf (7): 54.
Tuhan yang menurunkan Al-Qur’an ini adalah Yang Maha Pengasih terhadap semua makhuk tanpa terkecuali; yang bersemayam di atas ‘Arasy untuk mengatur semua urusan makhluk-Nya.
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Pencipta langit dan bumi itu, adalah Yang Maha Pemurah yang bersemayam di atas ‘Arasy. Allah bersemayam di atas ‘Arasy, janganlah sekali-kali digambarkan seperti halnya seorang raja yang duduk di atas singgasananya, karena menggambarkan yang seperti itu, berarti telah menyerupakan Khaliq dengan makhluk-Nya. Anggapan seperti ini, tidak dibenarkan sama sekali oleh ajaran Islam, sesuai dengan firman Allah:
لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚوَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat. (asy-Syūrā/42: 11)
Ibnu Kasir berkata di dalam kitab tafsirnya, bahwa cara yang paling baik dalam memahami ayat ini ialah cara yang telah ditempuh oleh Ulama Salaf, yaitu mempercayai ungkapan sebagaimana tercantum di atas ‘Arasy (duduk di atas tahta) tetapi cara atau kaifiatnya (duduk di atas tahta) tidak boleh disamakan dengan cara duduknya makhluk, seperti seseorang yang duduk di atas kursi. Hal itu sepenuhnya adalah wewenang Allah semata-mata, manusia tidak dapat mengetahui hakikatnya.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 135 ayat, kunjungi halaman utama Surat Taha lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.