فَاَوْجَسَ فِيْ نَفْسِهٖ خِيْفَةً مُّوْسٰى
Fa aujasa fī nafsihī khīfatam mūsā.
Maka, terlintaslah dalam hati Musa (perasaan) takut.
فَاَوْجَسَ فِيْ نَفْسِهٖ خِيْفَةً مُّوْسٰى
Fa aujasa fī nafsihī khīfatam mūsā.
Maka, terlintaslah dalam hati Musa (perasaan) takut.
Melihat peristiwa mengagetkan itu, maka Nabi Musa merasa takut.
Kali ini, ahli-ahli sihir Fir‘aun mendemonstrasikan ilmu sihirnya yang istimewa, sehingga Musa merasa takut di dalam hatinya melihat kejadian itu. Bukan saja Musa yang merasa takut, tetapi penonton merasa takut, karena mata mereka telah tersulap, dengan sihir yang istimewa itu, sebagaimana firman Allah:
قَالَ اَلْقُوْاۚ فَلَمَّآ اَلْقَوْا سَحَرُوْٓا اَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَاۤءُوْ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ ١١٦
Maka setelah mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang banyak itu takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan). (al-A‘rāf/7: 116)
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 135 ayat, kunjungi halaman utama Surat Taha lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.