Surat Al-Bayyinah

Pembuktian•Madaniyah•8 ayat•Juz 30

Tentang Surat Al-Bayyinah

Al-Bayyinah menyatakan bahwa orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan kaum musyrikin tidak akan berhenti dari kesesatannya sampai datang bukti nyata berupa seorang rasul yang membacakan lembaran-lembaran yang suci. Surat ini menegaskan bahwa orang beriman yang beramal shaleh adalah sebaik-baik makhluk, sedangkan orang kafir adalah seburuk-buruk makhluk.

Sekilas Surat Al-Bayyinah

Surat ke-98 ini terdiri dari 8 ayat dan termasuk surat Madaniyah, diturunkan setelah Surat At-Talaq. Namanya berarti bukti yang nyata, diambil dari ayat pertama.

Pokok isi Surat Al-Bayyinah

  • Ahli Kitab dan kaum musyrik menyatakan tetap pada agama mereka sampai datang nabi yang dijanjikan, tetapi setelah Nabi Muhammad datang mereka justru terpecah.
  • Sifat Nabi Muhammad sesuai dengan yang mereka kenal dari kitab-kitab mereka.
  • Inti ajaran yang dibawa: beribadah dengan ikhlas, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus.
  • Orang beriman yang beramal saleh adalah sebaik-baik makhluk, sedangkan orang kafir adalah seburuk-buruk makhluk.

Hubungan dengan Surat Az-Zalzalah

Al-Bayyinah menerangkan siapa yang mendapat balasan baik dan siapa yang mendapat siksa, lalu Az-Zalzalah menerangkan kapan balasan itu datang.

Diringkas dari Mukadimah Al-Qur'an dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI.

Bacaan Surat Al-Bayyinah Arab, Latin dan Artinya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ

Lam yakunil-lażīna kafarū min ahlil-kitābi wal-musyrikīna munfakkīna ḥattā ta'tiyahumul-bayyinah(tu).

Orang-orang yang kufur dari golongan Ahlulkitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (kekufuran mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,

رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙ

Rasūlum minallāhi yatlū ṣuḥufam muṭahharah(tan).

(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Nabi Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran suci (Al-Qur’an)

فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ۗ

Fīhā kutubun qayyimah(tun).

yang di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ۗ

Wa mā tafarraqal-lażīna ūtul-kitāba illā mim ba‘di mā jā'athumul-bayyinah(tu).

Tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahlulkitab, melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

Wa mā umirū illā liya‘budullāha mukhliṣīna lahud-dīn(a), ḥunafā'a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu'tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimah(ti).

Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar).

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗ

Innal-lażīna kafarū min ahlil-kitābi wal-musyrikīna fī nāri jahannama khālidīna fīhā, ulā'ika hum syarrul-bariyyah(ti).

Sesungguhnya orang-orang yang kufur dari golongan Ahlulkitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk.

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ

Innal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti ulā'ika hum khairul-bariyyah(ti).

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah sebaik-baik makhluk.

جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ ࣖ

Jazā'uhum ‘inda rabbihim jannātu ‘adnin tajrī min taḥtihal-anhāru khālidīna fīhā abadā(n), raḍiyallāhu ‘anhum wa raḍū ‘anh(u), żālika liman khasyiya rabbah(ū).

Balasan mereka di sisi Tuhannya adalah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Teks Arab, Latin, terjemahan, dan tafsir bersumber dari Kementerian Agama RI, dengan transliterasi mengikuti SKB Menteri Agama dan Menteri P dan K 1987 serta ejaan KBBI.

Daftar Surat Al-Quran Populer

Pertanyaan seputar Surat Al-Bayyinah

Apa isi kandungan Surat Al-Bayyinah?
Al-Bayyinah menyatakan bahwa orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan kaum musyrikin tidak akan berhenti dari kesesatannya sampai datang bukti nyata berupa seorang rasul yang membacakan lembaran-lembaran yang suci. Surat ini menegaskan bahwa orang beriman yang beramal shaleh adalah sebaik-baik makhluk, sedangkan orang kafir adalah seburuk-buruk makhluk.
Surat Al-Bayyinah ada berapa ayat?
Surat Al-Bayyinah terdiri dari 8 ayat. Surat ke-98 ini termasuk surat Madaniyah dan terletak di juz 30, halaman 598–599 pada mushaf standar 604 halaman, setelah Surat Al-Qadr dan sebelum Surat Az-Zalzalah.
Apa arti nama Surat Al-Bayyinah?
Al-Bayyinah (البينة) berarti “Pembuktian”. Kata ini disebut pada ayat 1: “Orang-orang yang kufur dari golongan Ahlulkitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (kekufuran mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,”
Surat Al-Bayyinah diturunkan setelah surat apa?
Menurut Mukadimah Al-Qur'an dan Terjemahannya (Kemenag), Surat Al-Bayyinah diturunkan setelah Surat At-Talaq, dan sesudahnya turun Surat Al-Hasyr. Surat ini termasuk surat Madaniyah.