Tafsir An-Nisa Ayat 159

159

وَاِنْ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهٖ قَبْلَ مَوْتِهٖ ۚوَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًاۚ

Wa im min ahlil-kitābi illā layu'minanna bihī qabla mautih(ī), wa yaumal-qiyāmati yakūnu ‘alaihim syahīdā(n).

Tidak ada seorang pun di antara Ahlulkitab, kecuali beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya.186 Pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.

186) Menurut ayat ini, setiap orang Yahudi dan Nasrani, pada saat sakratulmaut, akan beriman bahwa Nabi Isa a.s. adalah utusan Allah Swt. dan bukan anak Allah, tetapi keimanannya itu sudah tidak berguna lagi.

Tafsir Ringkas Surat An-Nisa Ayat 159

Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab, baik Yahudi maupun Nasrani, yang tidak beriman kepadanya, yakni kepada Nabi Isa bahwa beliau adalah utusan Allah, sebelum kematiannya, yakni sebelum kematian dari Ahli Kitab itu. Dan pada hari Kiamat, dia, Nabi Isa, akan menjadi saksi terhadap mereka bahwa beliau adalah utusan Allah, dan tidak pernah menyampaikan kepada umatnya selain apa yang diperintahkan Allah agar disampaikan kepadanya.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat

Untuk membaca keseluruhan 176 ayat, kunjungi halaman utama Surat An-Nisa lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.

Ayat lain dalam Surat An-Nisa