قَالُوْا تَاللّٰهِ اِنَّكَ لَفِيْ ضَلٰلِكَ الْقَدِيْمِ
Qālū tallāhi innaka lafī ḍalālikal-qadīm(i).
Mereka (keluarga Yusuf) berkata, “Demi Allah, sesungguhnya engkau benar-benar masih dalam kekeliruanmu yang dahulu.”
قَالُوْا تَاللّٰهِ اِنَّكَ لَفِيْ ضَلٰلِكَ الْقَدِيْمِ
Qālū tallāhi innaka lafī ḍalālikal-qadīm(i).
Mereka (keluarga Yusuf) berkata, “Demi Allah, sesungguhnya engkau benar-benar masih dalam kekeliruanmu yang dahulu.”
Menanggapi ucapan Nabi Yakub yang selalu menyebut-nyebut Nabi Yusuf, mereka dengan kesal berkata, “Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu yang dahulu karena engkau tetap saja mengira Yusuf masih hidup.”
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa tidak seorang pun di antara keluarga Yakub yang membenarkan ucapannya, bahkan mereka mengecamnya dengan ucapan yang tidak sepantasnya diucapkan kepada orang tua. Menurut mereka, Yakub keliru karena merasa akan segera berjumpa dengan Yusuf, padahal dalam anggapan mereka Yusuf telah tewas diterkam serigala. Anggapan Yakub ini, menurut mereka, sebagai tanda-tanda kesesatannya.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 111 ayat, kunjungi halaman utama Surat Yusuf lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.