Surat Al-Buruj

Gugusan Bintang•Makkiyah•22 ayat•Juz 30

Tentang Surat Al-Buruj

Al-Buruj mengisahkan Ashabul Ukhdud, para penguasa zalim yang membakar orang-orang beriman dalam parit api karena menolak meninggalkan keimanan mereka, sebagai peristiwa yang disaksikan dan dibiarkan Allah untuk menguji keteguhan iman. Surat ini menegaskan bahwa Allah mengawasi segalanya dan Al-Quran tersimpan di Lauh Mahfuzh yang terjaga.

Sekilas Surat Al-Buruj

Surat ke-85 ini terdiri dari 22 ayat dan termasuk surat Makkiyah, diturunkan setelah Surat Asy-Syams. Namanya berarti gugusan bintang, diambil dari ayat pertama: demi langit yang mempunyai gugusan bintang.

Pokok isi Surat Al-Buruj

  • Kisah Ashabul Ukhdud, orang-orang yang menyiksa kaum beriman dengan parit berapi hanya karena mereka beriman kepada Allah.
  • Perlakuan orang kafir terhadap pengikut para rasul dari masa ke masa.
  • Bukti kekuasaan dan keesaan Allah, dan isyarat azab bagi kaum kafir Makkah seperti yang menimpa Firaun dan Samud.
  • Jaminan Allah atas kemurnian Al-Quran, yang tersimpan di Lauh Mahfuz.

Hubungan dengan Surat At-Tariq

Al-Buruj dan At-Tariq sama-sama dibuka dengan sumpah Allah demi langit. Al-Buruj menyebut Al-Quran dijaga Allah dari segala yang merusaknya, lalu At-Tariq menyebut Al-Quran sebagai pemisah antara yang benar dan yang batil.

Diringkas dari Mukadimah Al-Qur'an dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI.

Bacaan Surat Al-Buruj Arab, Latin dan Artinya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ

Was-samā'i żātil-burūj(i).

Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,

وَالْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِۙ

Wal-yaumil-mau‘ūd(i).

demi hari yang dijanjikan,

وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍۗ

Wa syāhidiw wa masyhūd(in).

demi yang menyaksikan dan yang disaksikan,

قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِۙ

Qutila aṣḥābul-ukhdūd(i).

binasalah orang-orang yang membuat parit (tempat menyiksa orang mukmin)

النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِۙ

An-nāri żātil-waqūd(i).

(yang dikobarkan) api penuh kayu bakar.

اِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُوْدٌۙ

Iż hum ‘alaihā qu‘ūd(un).

Ketika (itu) mereka (hanya) duduk di sekitarnya.

وَّهُمْ عَلٰى مَا يَفْعَلُوْنَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ شُهُوْدٌ ۗ

Wa hum ‘alā mā yaf‘alūna bil-mu'minīna syuhūd(un).

Mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin.

وَمَا نَقَمُوْا مِنْهُمْ اِلَّآ اَنْ يُّؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ

Wa mā naqamū minhum illā ay yu'minū billāhil-‘azīzil-ḥamīd(i).

Tidaklah mereka menyiksa (membakar) orang-orang mukmin itu, kecuali karena mereka beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji,

الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗوَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ ۗ

Allażī lahū mulkus-samāwāti wal-arḍ(i), wallāhu ‘alā kulli syai'in syahīd(un).

yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِۗ

Innal-lażīna fatanul-mu'minīna wal-mu'mināti ṡumma lam yatūbū fa lahum ‘ażābu jahannama wa lahum ‘ażābul-ḥarīq(i).

Sesungguhnya, orang-orang yang menimpakan cobaan (siksa) terhadap mukmin laki-laki dan perempuan, lalu mereka tidak bertobat, mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗ

Innal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum jannātun tajrī min taḥtihal-anhār(u), żālikal-fauzul-kabīr(u).

Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah kemenangan yang besar.

اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ ۗ

Inna baṭsya rabbika lasyadīd(un).

Sesungguhnya azab Tuhanmu sangat keras.

اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُۚ

Innahū huwa yubdi'u wa yu‘īd(u).

Sesungguhnya Dialah yang memulai (penciptaan makhluk) dan yang mengembalikan (hidup setelah mati).

وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُۙ

Wa huwal-gafūrul-wadūd(u).

Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih,

ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدُۙ

Żul-‘arsyil-majīd(u).

Pemilik ‘Arasy lagi Mahamulia,

فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُۗ

Fa‘‘ālul limā yurīd(u).

Mahakuasa berbuat apa saja yang Dia kehendaki.

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْجُنُوْدِۙ

Hal atāka ḥadīṡul-junūd(i).

Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara,

فِرْعَوْنَ وَثَمُوْدَۗ

Fir‘auna wa ṡamūd(a).

(yaitu bala tentara) Fir‘aun dan Samud?

بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ تَكْذِيْبٍۙ

Balil-lażīna kafarū fī takżīb(in).

Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan,

وَّاللّٰهُ مِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ مُّحِيْطٌۚ

Wallāhu miw warā'ihim muḥīṭ(un).

padahal Allah mengepung dari belakang mereka.

بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ

Bal huwa qur'ānum majīd(un).

Bahkan, (yang didustakan itu) Al-Qur’an yang mulia

فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ ࣖ

Fī lauḥim maḥfūẓ(in).

yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauhulmahfuz).

Teks Arab, Latin, terjemahan, dan tafsir bersumber dari Kementerian Agama RI, dengan transliterasi mengikuti SKB Menteri Agama dan Menteri P dan K 1987 serta ejaan KBBI.

Daftar Surat Al-Quran Populer

Pertanyaan seputar Surat Al-Buruj

Apa isi kandungan Surat Al-Buruj?
Al-Buruj mengisahkan Ashabul Ukhdud, para penguasa zalim yang membakar orang-orang beriman dalam parit api karena menolak meninggalkan keimanan mereka, sebagai peristiwa yang disaksikan dan dibiarkan Allah untuk menguji keteguhan iman. Surat ini menegaskan bahwa Allah mengawasi segalanya dan Al-Quran tersimpan di Lauh Mahfuzh yang terjaga.
Surat Al-Buruj ada berapa ayat?
Surat Al-Buruj terdiri dari 22 ayat. Surat ke-85 ini termasuk surat Makkiyah dan terletak di juz 30, halaman 590 pada mushaf standar 604 halaman, setelah Surat Al-Insyiqaq dan sebelum Surat At-Tariq.
Apa arti nama Surat Al-Buruj?
Al-Buruj (البروج) berarti “Gugusan Bintang”. Kata ini disebut pada ayat 1: “Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,”
Surat Al-Buruj diturunkan setelah surat apa?
Menurut Mukadimah Al-Qur'an dan Terjemahannya (Kemenag), Surat Al-Buruj diturunkan setelah Surat Asy-Syams, dan sesudahnya turun Surat At-Tin. Surat ini termasuk surat Makkiyah.