Surat Al-Insan

Manusia (Ad-Dahr) • Madaniyah • 31 ayat

Tentang Surat Al-Insan

Baca Surat Al-Insan (Manusia — الإنسان) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 31 ayat Madaniyah (Juz 29) — surat ke-76 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. Al-Insan memuji orang-orang yang memberikan makanan kepada anak yatim, orang miskin, dan tawanan meskipun mereka sendiri membutuhkannya, semata karena mengharap ridha Allah. Surat ini menggambarkan secara indah kenikmatan surga yang diperoleh hamba-hamba Allah yang bertakwa, dan disunahkan dibaca pada rakaat pertama shalat Subuh hari Jumat..

Tema Utama

  • Penciptaan manusia dari nutfah amsyaj (setetes mani yang bercampur)
  • Keutamaan memberi makan orang miskin, yatim, dan tawanan
  • Gambaran kenikmatan surga yang luar biasa bagi orang-orang yang berbuat baik
  • Anjuran membaca surat ini pada shalat Subuh hari Jumat

Kandungan Surat

Ayat 1-3Asal-usul manusia — dahulu manusia belum merupakan sesuatu yang disebut-sebut, kemudian Allah menciptakannya dari setetes mani yang bercampur (nutfah amsyaj) untuk mengujinya, lalu menjadikannya mendengar dan melihat serta menunjukkan jalan yang benar dan yang sesat.
Ayat 4-10Orang-orang pilihan — hamba-hamba Allah yang berbuat baik (al-abrar) memberi makan kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan semata-mata karena Allah, tanpa mengharapkan balasan atau ucapan terima kasih, karena mereka takut akan hari yang penuh malapetaka.
Ayat 11-22Kenikmatan surga — mereka dilindungi dari kesulitan hari itu, diberi balasan berupa surga dan pakaian sutera, bersandar di atas dipan tanpa merasakan panas matahari maupun dingin yang menusuk, dinaungi pepohonan, dikelilingi bejana perak dan gelas kristal, diberi minuman jahe dan kafur, serta dilayani pelayan-pelayan muda yang awet muda.
Ayat 23-31Perintah sabar dan dzikir — penegasan bahwa Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur, perintah bersabar terhadap keputusan Tuhan, dan berdzikir pagi dan petang serta shalat malam. Orang-orang kafir mencintai dunia dan melupakan hari akhirat.

Keutamaan

  • Nabi ﷺ membaca surat Al-Insan dan As-Sajdah pada shalat Subuh hari Jumat. (HR. Al-Bukhari & Muslim)
  • Surat ini memuat motivasi besar untuk bersedekah dan memberi makan orang yang membutuhkan, dengan janji balasan surga yang sangat indah.
  • Gambaran surga dalam surat ini termasuk yang paling detail dan indah dalam Al-Quran, meliputi pakaian, minuman, tempat tinggal, dan pelayanan.

Asbab Nuzul

Surat Al-Insan menurut mayoritas ulama adalah surat Madaniyah, meskipun sebagian berpendapat Makkiyah. Menurut riwayat Ibnu Abbas, ayat 8-10 turun berkaitan dengan Ali bin Abi Thalib, Fathimah, dan pembantu mereka yang bernadzar untuk berpuasa lalu memberikan makanan berbukanya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan selama tiga hari berturut-turut, meskipun mereka sendiri kelaparan. Namun sebagian ulama melemahkan riwayat ini dan menganggap surat ini bersifat umum.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Tafsir Al-Qurthubi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

هَلْ اَتٰى عَلَى الْاِنْسَانِ حِيْنٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْـًٔا مَّذْكُوْرًا

hal atâ ‘alal-insâni ḫînum minad-dahri lam yakun syai'am madzkûrâ

Bukankah telah datang kepada manusia suatu waktu dari masa yang ia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

2

اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًا ۢ بَصِيْرًا

innâ khalaqnal-insâna min nuthfatin amsyâjin nabtalîhi fa ja‘alnâhu samî‘an bashîrâ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan) sehingga menjadikannya dapat mendengar dan melihat.

3

اِنَّا هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَاكِرًا وَّاِمَّا كَفُوْرًا

innâ hadainâhus-sabîla immâ syâkiraw wa immâ kafûrâ

Sesungguhnya Kami telah menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus); ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur.

4

اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَلٰسِلَا۟ وَاَغْلٰلًا وَّسَعِيْرًا

innâ a‘tadnâ lil-kâfirîna salâsila wa aghlâlaw wa sa‘îrâ

Sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu, dan api (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).

5

اِنَّ الْاَبْرَارَ يَشْرَبُوْنَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُوْرًاۚ

innal-abrâra yasyrabûna ming ka'sing kâna mizâjuhâ kâfûrâ

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum (khamar) dari gelas yang campurannya air kafur,

6

عَيْنًا يَّشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللّٰهِ يُفَجِّرُوْنَهَا تَفْجِيْرًا

‘ainay yasyrabu bihâ ‘ibâdullâhi yufajjirûnahâ tafjîrâ

(yaitu) mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan dapat mereka pancarkan dengan mudah.

7

يُوْفُوْنَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُوْنَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهٗ مُسْتَطِيْرًا

yûfûna bin-nadzri wa yakhâfûna yaumang kâna syarruhû mustathîrâ

Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.

8

وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا

wa yuth‘imûnath-tha‘âma ‘alâ ḫubbihî miskînaw wa yatîmaw wa asîrâ

Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan.

9

اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا

innamâ nuth‘imukum liwaj-hillâhi lâ nurîdu mingkum jazâ'aw wa lâ syukûrâ

(Mereka berkata,) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya demi rida Allah. Kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu.

10

اِنَّا نَخَافُ مِنْ رَّبِّنَا يَوْمًا عَبُوْسًا قَمْطَرِيْرًا

innâ nakhâfu mir rabbinâ yauman ‘abûsang qamtharîrâ

Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.”

11

فَوَقٰىهُمُ اللّٰهُ شَرَّ ذٰلِكَ الْيَوْمِ وَلَقّٰىهُمْ نَضْرَةً وَّسُرُوْرًاۚ

fa waqâhumullâhu syarra dzâlikal-yaumi wa laqqâhum nadlrataw wa surûrâ

Maka, Allah melindungi mereka dari keburukan hari itu dan memberikan keceriaan dan kegembiraan kepada mereka.

12

وَجَزٰىهُمْ بِمَا صَبَرُوْا جَنَّةً وَّحَرِيْرًاۙ

wa jazâhum bimâ shabarû jannataw wa ḫarîrâ

Dia memberikan balasan kepada mereka atas kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutra.

13

مُّتَّكِـِٕيْنَ فِيْهَا عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِۚ لَا يَرَوْنَ فِيْهَا شَمْسًا وَّلَا زَمْهَرِيْرًاۚ

muttaki'îna fîhâ ‘alal-arâ'ik, lâ yarauna fîhâ syamsaw wa lâ zamharîrâ

Di dalamnya mereka duduk bersandar di atas dipan. Di sana mereka tidak merasakan terik matahari dan dingin yang menusuk.

14

وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلٰلُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوْفُهَا تَذْلِيْلًا

wa dâniyatan ‘alaihim dhilâluhâ wa dzullilat quthûfuhâ tadzlîlâ

Naungan (pepohonan)-nya dekat di atas mereka dan sangat dimudahkan untuk memetik (buah)-nya.

15

وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِاٰنِيَةٍ مِّنْ فِضَّةٍ وَّاَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيْرَا۠

wa yuthâfu ‘alaihim bi'âniyatim min fidldlatiw wa akwâbing kânat qawârîrâ

Diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan gelas-gelas yang sangat bening (kacanya),

16

قَوَارِيْرَا۟ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوْهَا تَقْدِيْرًا

qawârîra min fidldlating qaddarûhâ taqdîrâ

kaca yang sangat bening terbuat dari perak. Mereka menentukan ukuran sesuai (dengan kehendak mereka).

17

وَيُسْقَوْنَ فِيْهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيْلًاۚ

wa yusqauna fîhâ ka'sang kâna mizâjuhâ zanjabîlâ

Di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe

18

عَيْنًا فِيْهَا تُسَمّٰى سَلْسَبِيْلًا

‘ainan fîhâ tusammâ salsabîlâ

(yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil.

19

۞ وَيَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۚ اِذَا رَاَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَّنْثُوْرًا

wa yathûfu ‘alaihim wildânum mukhalladûn, idzâ ra'aitahum ḫasibtahum lu'lu'am mantsûrâ

Mereka dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda. Apabila melihatnya, kamu akan mengira bahwa mereka adalah mutiara yang bertaburan.

20

وَاِذَا رَاَيْتَ ثَمَّ رَاَيْتَ نَعِيْمًا وَّمُلْكًا كَبِيْرًا

wa idzâ ra'aita tsamma ra'aita na‘îmaw wa mulkang kabîrâ

Apabila melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai kenikmatan dan kerajaan yang besar.

21

عٰلِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَّاِسْتَبْرَقٌۖ وَّحُلُّوْٓا اَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍۚ وَسَقٰىهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُوْرًا

‘âliyahum tsiyâbu sundusin khudlruw wa istabraquw wa ḫullû asâwira min fidldlah, wa saqâhum rabbuhum syarâban thahûrâ

Mereka berpakaian sutra halus yang hijau, sutra tebal, dan memakai gelang perak. Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang suci.

22

اِنَّ هٰذَا كَانَ لَكُمْ جَزَاۤءً وَّكَانَ سَعْيُكُمْ مَّشْكُوْرًاࣖ

inna hâdzâ kâna lakum jazâ'aw wa kâna sa‘yukum masykûrâ

Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu dan usahamu diterima dengan baik.

23

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ تَنْزِيْلًاۚ

innâ naḫnu nazzalnâ ‘alaikal-qur'âna tanzîlâ

Sesungguhnya Kamilah yang benar-benar menurunkan Al-Qur’an kepadamu (Nabi Muhammad) secara berangsur-angsur.

24

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًاۚ

fashbir liḫukmi rabbika wa lâ tuthi‘ min-hum âtsiman au kafûrâ

Maka, bersabarlah untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu dan jangan ikuti pendosa dan orang yang sangat kufur di antara mereka.

25

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًاۚ

wadzkurisma rabbika bukrataw wa ashîlâ

Sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.

26

وَمِنَ الَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهٗ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيْلًا

wa minal-laili fasjud lahû wa sabbiḫ-hu lailan thawîlâ

Pada sebagian malam bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam yang panjang.

27

اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ يُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُوْنَ وَرَاۤءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيْلًا

inna hâ'ulâ'i yuḫibbûnal-‘âjilata wa yadzarûna warâ'ahum yauman tsaqîlâ

Sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) itu mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan di belakang mereka hari yang berat (akhirat).

28

نَحْنُ خَلَقْنٰهُمْ وَشَدَدْنَآ اَسْرَهُمْۚ وَاِذَا شِئْنَا بَدَّلْنَآ اَمْثَالَهُمْ تَبْدِيْلًا

naḫnu khalaqnâhum wa syadadnâ asrahum, wa idzâ syi'nâ baddalnâ amtsâlahum tabdîlâ

Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. Jika berkehendak, Kami dapat mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa mereka.

29

اِنَّ هٰذِهٖ تَذْكِرَةٌۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيْلًا

inna hâdzihî tadzkirah, fa man syâ'attakhadza ilâ rabbihî sabîlâ

Sesungguhnya ini adalah peringatan. Maka, siapa yang menghendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu mengambil jalan menuju Tuhannya.

30

وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۖ

wa mâ tasyâ'ûna illâ ay yasyâ'allâh, innallâha kâna ‘alîman ḫakîmâ

Kamu tidak menghendaki (sesuatu) kecuali apabila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.

31

يُّدْخِلُ مَنْ يَّشَاۤءُ فِيْ رَحْمَتِهٖۗ وَالظّٰلِمِيْنَ اَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًاࣖ

yudkhilu may yasyâ'u fî raḫmatih, wadh-dhâlimîna a‘adda lahum ‘adzâban alîmâ

Dia memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya (surga). Bagi orang-orang zalim Dia sediakan azab yang pedih.

Anda baru saja membaca Surat Al-Insan.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat Al-Insan

Apa isi kandungan Surat Al-Insan?

Al-Insan memuji orang-orang yang memberikan makanan kepada anak yatim, orang miskin, dan tawanan meskipun mereka sendiri membutuhkannya, semata karena mengharap ridha Allah. Surat ini menggambarkan secara indah kenikmatan surga yang diperoleh hamba-hamba Allah yang bertakwa, dan disunahkan dibaca pada rakaat pertama shalat Subuh hari Jumat. Surat Al-Insan terdiri dari 31 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah (diturunkan di Madinah).

Berapa jumlah ayat Surat Al-Insan?

Surat Al-Insan terdiri dari 31 ayat dan terdapat pada juz 29 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 6 menit.

Mengapa surat ini dinamakan Al-Insan (Manusia)?

Nama "Al-Insan" (الإنسان) berarti "Manusia" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-76 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat Al-Insan Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Al-Insan termasuk golongan surat Madaniyah, yaitu surat yang diturunkan di Madinah. Surat Madaniyah umumnya memuat hukum-hukum syariat, aturan bermasyarakat, serta pedoman hubungan antarumat sebagai panduan hidup bernegara dan bermasyarakat.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Al-Insan?

Surat Al-Insan dapat dibaca kapan saja. Sebagai surat Madaniyah yang memuat pedoman syariat dan kehidupan bermasyarakat, membacanya secara rutin membantu memahami hukum-hukum Islam yang terkandung di dalamnya.

Apa keutamaan membaca Surat Al-Insan?

Nabi ﷺ membaca surat Al-Insan dan As-Sajdah pada shalat Subuh hari Jumat. (HR. Al-Bukhari & Muslim) Surat ini memuat motivasi besar untuk bersedekah dan memberi makan orang yang membutuhkan, dengan janji balasan surga yang sangat indah. Gambaran surga dalam surat ini termasuk yang paling detail dan indah dalam Al-Quran, meliputi pakaian, minuman, tempat tinggal, dan pelayanan.