وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىۙ
wal-laili idzâ yaghsyâ
Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
Baca Surat Al-Lail (Malam — الليل) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 21 ayat Makkiyah (Juz 30) — surat ke-92 dalam Al-Quran.
Al-Lail bersumpah demi malam yang menutupi, siang yang terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan untuk menyatakan bahwa usaha manusia berbeda-beda. Surat ini membagi manusia menjadi dua: mereka yang dermawan, bertakwa, dan membenarkan kebaikan akan dimudahkan jalannya, sedangkan yang kikir dan merasa cukup akan dipersulit..
Surat Al-Lail adalah surat Makkiyah yang turun di Mekkah. Para mufasir meriwayatkan bahwa surat ini turun berkenaan dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu yang menginfakkan hartanya untuk membebaskan budak-budak muslim yang disiksa oleh kaum Quraisy, khususnya Bilal bin Rabah. Kaum musyrikin mengejek Abu Bakar dan menganggap perbuatannya sia-sia, maka Allah menurunkan surat ini untuk menegaskan bahwa orang yang berinfak dan bertakwa akan mendapat kemudahan, sedangkan orang yang kikir dan mendustakan kebenaran akan mendapat kesulitan.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Al-Mustadrak 'ala Ash-Shahihain (Al-Hakim), Tafsir Al-Qurthubi, Tafsir Ath-Thabari
وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىۙ
wal-laili idzâ yaghsyâ
Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
وَالنَّهَارِ اِذَا تَجَلّٰىۙ
wan-nahâri idzâ tajallâ
demi siang apabila terang benderang,
وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىٓۙ
wa mâ khalaqadz-dzakara wal-untsâ
dan demi penciptaan laki-laki dan perempuan,
اِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتّٰىۗ
inna sa‘yakum lasyattâ
sesungguhnya usahamu benar-benar beraneka ragam.
فَاَمَّا مَنْ اَعْطٰى وَاتَّقٰىۙ
fa ammâ man a‘thâ wattaqâ
Siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa
وَصَدَّقَ بِالْحُسْنٰىۙ
wa shaddaqa bil-ḫusnâ
serta membenarkan adanya (balasan) yang terbaik (surga),
فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرٰىۗ
fa sanuyassiruhû lil-yusrâ
Kami akan melapangkan baginya jalan kemudahan (kebahagiaan).
وَاَمَّا مَنْۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰىۙ
wa ammâ mam bakhila wastaghnâ
Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)
وَكَذَّبَ بِالْحُسْنٰىۙ
wa kadzdzaba bil-ḫusnâ
serta mendustakan (balasan) yang terbaik,
فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰىۗ
fa sanuyassiruhû lil-‘usrâ
Kami akan memudahkannya menuju jalan kesengsaraan.
وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَالُهٗٓ اِذَا تَرَدّٰىٓۙ
wa mâ yughnî ‘an-hu mâluhû idzâ taraddâ
Hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.
اِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدٰىۖ
inna ‘alainâ lal-hudâ
Sesungguhnya Kamilah yang (berhak) memberi petunjuk.
وَاِنَّ لَنَا لَلْاٰخِرَةَ وَالْاُوْلٰىۗ
wa inna lanâ lal-âkhirata wal-ûlâ
Sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia.
فَاَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظّٰىۚ
fa andzartukum nâran taladhdhâ
Aku memperingatkanmu dengan neraka yang menyala-nyala.
لَا يَصْلٰىهَآ اِلَّا الْاَشْقَىۙ
lâ yashlâhâ illal-asyqâ
Tidak masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,
الَّذِيْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ
alladzî kadzdzaba wa tawallâ
yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari keimanan).
وَسَيُجَنَّبُهَا الْاَتْقَىۙ
wa sayujannabuhal-atqâ
Akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa,
الَّذِيْ يُؤْتِيْ مَالَهٗ يَتَزَكّٰىۚ
alladzî yu'tî mâlahû yatazakkâ
yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (diri dari sifat kikir dan tamak).
وَمَا لِاَحَدٍ عِنْدَهٗ مِنْ نِّعْمَةٍ تُجْزٰىٓۙ
wa mâ li'aḫadin ‘indahû min ni‘matin tujzâ
Tidak ada suatu nikmat pun yang diberikan seseorang kepadanya yang harus dibalas,
اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْاَعْلٰىۚ
illabtighâ'a waj-hi rabbihil-a‘lâ
kecuali (dia memberikannya semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi.
وَلَسَوْفَ يَرْضٰىࣖ
wa lasaufa yardlâ
Sungguh, kelak dia akan mendapatkan kepuasan (menerima balasan amalnya).
Anda baru saja membaca Surat Al-Lail.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.
Al-Lail bersumpah demi malam yang menutupi, siang yang terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan untuk menyatakan bahwa usaha manusia berbeda-beda. Surat ini membagi manusia menjadi dua: mereka yang dermawan, bertakwa, dan membenarkan kebaikan akan dimudahkan jalannya, sedangkan yang kikir dan merasa cukup akan dipersulit. Surat Al-Lail terdiri dari 21 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).
Surat Al-Lail terdiri dari 21 ayat dan terdapat pada juz 30 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 4 menit.
Nama "Al-Lail" (الليل) berarti "Malam" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-92 dalam urutan mushaf Al-Quran.
Surat Al-Lail termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.
Surat Al-Lail dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.
Diriwayatkan bahwa ayat-ayat terakhir surat ini turun berkenaan dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu yang membebaskan Bilal bin Rabah dan budak-budak muslim lainnya dari penyiksaan semata-mata karena Allah. (HR. Al-Hakim) Surat Al-Lail menegaskan bahwa kunci kebahagiaan dunia dan akhirat adalah kedermawanan dan ketakwaan, bukan penumpukan harta. Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa surat ini menjelaskan secara gamblang bahwa amal manusia yang berbeda-beda akan berujung pada dua tempat: surga atau neraka.
Ya, LiteQuran menyediakan Surat Al-Lail lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, tafsir, dan audio murottal secara 100% gratis dan tanpa iklan sama sekali. Halaman dimuat sangat cepat karena tidak ada script iklan yang memperlambat. Anda bisa fokus membaca Al-Quran tanpa gangguan pop-up atau banner iklan.