اِذَا السَّمَاۤءُ انْشَقَّتْۙ
Iżas-samā'unsyaqqat.
Apabila langit terbelah
Terbelah•Makkiyah•25 ayat•Juz 30
Al-Insyiqaq menggambarkan langit terkoyak dan bumi melempar semua isinya saat kiamat tiba, dan manusia akan bekerja keras menuju Tuhannya lalu menemui-Nya. Surat ini menerangkan bahwa siapa yang menerima buku catatan amalnya dari tangan kanan akan dihisab dengan mudah, sedangkan yang menerimanya dari belakang punggung akan masuk neraka.
Surat ke-84 ini terdiri dari 25 ayat dan termasuk surat Makkiyah, diturunkan setelah Surat Al-Infitar. Namanya berarti terbelah, dari kata insyaqqat pada ayat pertama: ketika langit terbelah.
Al-Insyiqaq dan Al-Buruj sama-sama berisi janji bagi orang beriman dan ancaman bagi yang menolak seruan Rasul. Al-Insyiqaq menggambarkan sikap kaum musyrik terhadap Nabi, sedangkan Al-Buruj menggambarkan perlakuan orang kafir sejak dahulu terhadap pengikut para rasul.
Diringkas dari Mukadimah Al-Qur'an dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِذَا السَّمَاۤءُ انْشَقَّتْۙ
Iżas-samā'unsyaqqat.
Apabila langit terbelah
وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْۙ
Wa ażinat lirabbihā wa ḥuqqat.
serta patuh kepada Tuhannya dan sudah semestinya patuh.
وَاِذَا الْاَرْضُ مُدَّتْۙ
Wa iżal-arḍu muddat.
Apabila bumi diratakan,
وَاَلْقَتْ مَا فِيْهَا وَتَخَلَّتْۙ
Wa alqat mā fīhā wa takhallat.
memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,
وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْۗ
Wa ażinat lirabbihā wa ḥuqqat.
serta patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh.
يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلٰقِيْهِۚ
Yā ayyuhal-insānu innaka kādiḥun ilā rabbika kadḥan fa mulāqīh(i).
Wahai manusia, sesungguhnya engkau telah bekerja keras menuju (pertemuan dengan) Tuhanmu. Maka, engkau pasti menemui-Nya.751
751) Manusia di dunia ini, baik disadari maupun tidak, sedang dalam perjalanan menuju Tuhannya. Pasti dia akan bertemu dengan Tuhannya untuk menerima balasan atas perbuatannya yang buruk dan yang baik.
فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖۙ
Fa ammā man ūtiya kitābahū biyamīnih(ī).
Adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya,
فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَّسِيْرًاۙ
Fa saufa yuḥāsabu ḥisābay yasīrā(n).
dia akan dihisab dengan pemeriksaan yang mudah
وَّيَنْقَلِبُ اِلٰٓى اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًاۗ
Wa yanqalibu ilā ahlihī masrūrā(n).
dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.
وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ وَرَاۤءَ ظَهْرِهٖۙ
Wa ammā man ūtiya kitābahū warā'a ẓahrih(ī).
Adapun orang yang catatannya diberikan dari belakang punggungnya,
فَسَوْفَ يَدْعُوْا ثُبُوْرًاۙ
Fa saufa yad‘ū ṡubūrā(n).
dia akan berteriak, “Celakalah aku!”
وَّيَصْلٰى سَعِيْرًاۗ
Wa yaṣlā sa‘īrā(n).
Dia akan memasuki (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).
اِنَّهٗ كَانَ فِيْٓ اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًاۗ
Innahū kāna fī ahlihī masrūrā(n).
Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir).
اِنَّهٗ ظَنَّ اَنْ لَّنْ يَّحُوْرَ ۛ
Innahū ẓanna allay yaḥūr(a).
Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhannya).
بَلٰىۛ اِنَّ رَبَّهٗ كَانَ بِهٖ بَصِيْرًاۗ
Balā, inna rabbahū kāna bihī baṣīrā(n).
Tidak demikian. Sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.
فَلَآ اُقْسِمُ بِالشَّفَقِۙ
Falā uqsimu bisy-syafaq(i).
Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja,
وَالَّيْلِ وَمَا وَسَقَۙ
Wal-laili wa mā wasaq(a).
demi malam dan apa yang diselubunginya,
وَالْقَمَرِ اِذَا اتَّسَقَۙ
Wal-qamari iżattasaq(a).
dan demi bulan apabila jadi purnama,
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍۗ
Latarkabunna ṭabaqan ‘an ṭabaq(in).
sungguh, kamu benar-benar akan menjalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).752
752) Yang dimaksud dengan tingkat demi tingkat adalah perkembangan dari setetes mani menuju kelahiran, kanak-kanak, remaja, dewasa, dan tua atau perkembangan dari hidup menuju mati, kemudian dibangkitkan kembali.
فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَۙ
Famā lahum lā yu'minūn(a).
Maka, mengapa mereka tidak mau beriman?
وَاِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْاٰنُ لَا يَسْجُدُوْنَ ۗ ۩
Wa iżā quri'a ‘alaihimul-qur'ānu lā yasjudūn(a).
Apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak (mau) bersujud,
بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُكَذِّبُوْنَۖ
Balil-lażīna kafarū yukażżibūn(a).
bahkan orang-orang yang kufur itu mendustakan(-nya).
وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا يُوْعُوْنَۖ
Wallāhu a‘lamu bimā yū‘ūn(a).
Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).
فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ
Fa basysyirhum bi‘ażābin alīm(in).
Maka, berilah mereka kabar ‘gembira’ dengan azab yang pedih,
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ ࣖ
Illal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum ajrun gairu mamnūn(in).
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Bagi merekalah pahala yang tidak putus-putus.
Teks Arab, Latin, terjemahan, dan tafsir bersumber dari Kementerian Agama RI, dengan transliterasi mengikuti SKB Menteri Agama dan Menteri P dan K 1987 serta ejaan KBBI.