وَالَّذِيْٓ اَطْمَعُ اَنْ يَّغْفِرَ لِيْ خَطِيْۤـَٔتِيْ يَوْمَ الدِّيْنِ ۗ
Wal-lażī aṭma‘u ay yagfira lī khaṭī'atī yaumad-dīn(i).
(Dia) yang sangat kuinginkan untuk mengampuni kesalahanku pada hari Pembalasan.”
وَالَّذِيْٓ اَطْمَعُ اَنْ يَّغْفِرَ لِيْ خَطِيْۤـَٔتِيْ يَوْمَ الدِّيْنِ ۗ
Wal-lażī aṭma‘u ay yagfira lī khaṭī'atī yaumad-dīn(i).
(Dia) yang sangat kuinginkan untuk mengampuni kesalahanku pada hari Pembalasan.”
Dan Yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat, hari di mana aku harus mempertanggungjawabkan atas semua amalku.”
Dalam ayat ini ditegaskan bahwa hanya Allah semata yang mengampuni dosa seseorang di hari akhirat (lihat pula Surah Āli ‘Imrān/3: 135). Tidak ada seorang pun yang dapat menanggung dosa orang lain, tetapi masing-masing bertanggung jawab terhadap perbuatannya sendiri. Allah berfirman:
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى
Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. (al-An‘ām/6: 164)
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 227 ayat, kunjungi halaman utama Surat Asy-Syuara lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.